Artikel
Istighosah khusyuk warnai Unjung Mbah Buyut Getasan
Cangkingan, [05/11/2024] – Dalam suasana haru dan khidmat, ratusan warga Desa Cangkingan Kec. Kedokanbunder Kab. Indramayu, berkumpul di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Buyut Getasan untuk menggelar doa bersama atau istighosah. Acara yang berlangsung pada Selasa malam rabu ini merupakan rangkaian dari tradisi tahunan unjung mbah buyut Getasan.
Sejak sehabis ba'da isya, warga dari berbagai penjuru desa telah berdatangan ke TPU Buyut Getasan. Mereka membawa tikar, makanan (tumpeng), dan minuman untuk keperluan bersama. Suasana kekeluargaan begitu terasa saat warga saling bertegur sapa dan berbagi cerita sambil menunggu acara dimulai.
Tepat pukul 20:00 wib, acara istighosah dimulai dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Quran. Dilanjutkan dengan lantunan shalawat dan doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Kyai Ustad Darto Suheryanto. Suara lantunan doa yang khusyuk membahana di seluruh area TPU, menciptakan suasana yang begitu tenang dan damai.
Dalam sambutannya, Bapak Kuwu Cangkingan menyampaikan bahwa acara istighosah ini merupakan bentuk penghormatan dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat yang telah diberikan. Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar warga dan melestarikan tradisi leluhur.
“Acara unjung mbah buyut ini sudah menjadi tradisi turun-temurun di desa Cangkingan. Melalui istighosah, kita memohon kepada Allah SWT agar diberikan perlindungan, keberkahan, dan keselamatan bagi seluruh warga Desa Cangkingan,” ujarnya.
Usai acara inti, warga kemudian beramah-tamah sambil menikmati hidangan yang telah disediakan. Anak-anak terlihat bermain riang di sekitar makam, sementara para orang tua saling bercerita tentang sejarah dan makna dari acara unjung mbah buyut.
Tradisi unjung mbah buyut Getasan dimulai dan di inisiasi sejak tahun lalu untuk mengenang dan mendo'akan keluarga yang telah mendahului kita.
Acara unjung mbah buyut memiliki makna yang sangat penting bagi masyarakat Desa Cangkingan. Selain sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahmi, acara ini juga berfungsi sebagai media edukasi bagi generasi muda tentang pentingnya menghargai sejarah dan tradisi leluhur.
Dengan mengikuti acara ini, diharapkan generasi muda dapat meneladani sifat-sifat terpuji , seperti keimanan, ketaqwaan, dan kepedulian terhadap sesama. Selain itu, acara ini juga dapat memperkuat identitas dan rasa kebersamaan di antara warga Desa Cangkingan.
Menurut Bapak kuwu Cangkingan H. DIDI WAHYUDI,S.Pd, agar tradisi unjung mbah buyut dapat terus dilestarikan oleh generasi penerus. “Saya berharap acara ini dapat terus berlangsung setiap tahun dan semakin meriah. Dengan begitu, kita dapat menjaga kelestarian budaya dan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh para leluhur,” ujarnya.
Istighosiyah di TPU Buyut Getasan tidak hanya menjadi momen untuk berdoa dan mengenang leluhur, tetapi juga menjadi ajang untuk memperkuat persatuan dan kesatuan masyarakat Desa Cangkingan. Semoga tradisi ini dapat terus lestari dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain. (Ono.adm)
Penerapan Sistem Informasi pada Pengelolaan Sampah Warga Desa Cangkingan
Peringati Hari Kartini Pemdes Cangkingan bersama Revolusi adakan Donor Darah
Hilal Tak Penuhi Kriteria , 1 Syawal 1446 H Jatuh 31 Maret
Pemutihan Pajak Kendaraan Tunggakan dan Denda dihapus
Waspada Banjir Puncak Musim Hujan diprediksi sampai Februari
Kader Posyandu Cangkingan Siap Lawan Stunting dengan Ilmu Baru
HAMA TIKUS PUNYA SIKLUS HIDUP, PETANI WAJIB TAHU
Teknik Pemupukan Tanaman Padi Yang Tidak Semua Orang Tahu
Analisis Usaha Budidaya Tanaman Porang
Cara Membuat Nata De Coco dari Air Kelapa
Cara Membuat Sari Buah Mangga Segar dan Nikmat
Pelayanan Disdukcapil Kabupaten Indramayu 25-26 Maret 2021 Melalui WA
Padi Hidroganik, Budidaya Padi Tanpa Tanah Pertama di Indonesia
Zona Kuning, Indramayu Perpanjang PSBB
DAUN KETAPANG YANG KERAP DIANGGAP SAMPAH, TERNYATA NILANYA JUTAAN RUPIAH
PSBB Diperpanjang Hingga 12 Juni, New Normal di Jabar 1 Juni Batal?
Desa Cangkingan Torehkan Sejarah Baru Raih Anugerah KIP
PSBB di Indramayu Resmi di Perpanjang sampai dengan 29 Mei 2020
Indramayu akan diberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar)
Penyuluhan Percepatan Musim Tanam Tahun 2021/2022
Waspada Hujan Bedurasi Lama!