Artikel
Cangkingan, Calon Desa Digital yang Tanggalkan Warung Wedang
Hadi Handoko (55), mantan Marinir Angkatan Laut yang lama tinggal di Sidoarjo Jawa Timur, hampir tidak percaya jika Desa Cangkingan, Kecamatan Kedokan Bunder, Kabupaten Indramayu Jawa Barat ini masuk dalam 5 besar lomba desa karena potensi, inovasi dan komitmen ‘Membangun Desa Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi’ yang akan bertranformasi menjadi ‘Desa Digital’.
Sebab, 35 tahun silam, dalam ingatan Hadi, Desa Cangkingan yang dulu masuk dalam wilayah Kecamatan Karangampel, hanyalah sebuah desa yang ramai dan dikenal banyak “warung wedang”.
Sebutan warung wedang, merujuk banyaknya kedai kopi atau teh bruk dengan menggunkan gula batu yang berjualan di sisi jalan pada malam hari.
“Sudah lama dan sangat jarang warga yang buka usaha warung wedang, bahkan yang masih buka usaha ini sengaja ditutup pemerintahan desa karena kesan negatif,” kata Siti Maryam, Guru SMP Negeri Kedokanbunder 1, kepada BantenTribun lewat pesan WhatsApp, Selasa, 22 Juni 2021.
“ Kalaupun masih ada, biasanya jualan sembunyi-sembunyi tidak dipinggir jalan. Meskipun warung ini tidak menyediakan minuman beralkohol, tapi ya tetap dianggap punya kesan rada miring. Kalau sekarang pembangunannya sudah lumayan maju, termasuk layanan publiknya, ” terang Cassidi (55) mantan Babinsa Desa Cangkingan, via telepon.
Desa Cangkingan memang banyak berbenah dan bersiap untuk menjadi desa terbaik di Jawa Barat.
Ini menyusul masuknya desa tersebut dalam 5 besar lomba desa/kelurahan tingkat Provinsi Jawa Barat. Desa Cangkingan siap berkompetisi di level Jabar.
Kompetisi ini, membutuhkan persiapan mulai dari dokumen administrasi hingga tempat untuk kunjungan lapangan di beberapa lokus penilaian.
6 pilar smart dari desa berpenduduk 8.055 jiwa ditawarkan. Smart government, smart economy, smart living, smart people, smart village, dan smart heritage.
Mengutip laman Diskominfo Kabupaten Indramayu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Sugeng Heriyanto, mengatakan jika Desa Cangkingan berhasil masuk dalam 5 besar lomba desa berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi.
“Basis ini nantinya akan bertranformasi menjadi ‘Desa Digital’,” ujar Sugeng.
Menurut Sugeng, beberapa inovasi yang telah dilakukan oleh Desa Cangkingan seperti website desa, aplikasi layanan mandiri, tower kawasan, pengukuran aset dan batas desa, dan yang terbaru, Desa Cangkingan mampu membuat mesin anjungan layanan mandiri untuk pelayanan administrasi kependudukan.
“Beberapa inovasi yang sudah diluncurkan di bidang pemerintahan tersebut menjadikan Desa Cangkingan sebagai Desa Digital pertama di Kabupaten Indramayu,” tegas Sugeng.
Beragam kegiatan dalam bidang kemasyarakatan dengan melibatkan peran serta masyarakat setempat seperti budidaya dan pelatihan untuk bisa mengembangkan kemampuan dan potensi warga desa, diharapkan bisa meningkatan perekonomian masyarakat setempat.
Kepala Desa (Kuwu) Cangkingan, Didi Wahyudi mengatakan, ikhtiar untuk mewujudkan sebagai desa terbaik di Jawa Barat terus dilakukan oleh berbagai pihak di desanya. Output dari pembangunan yang dilaksanakan sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kalau masalah warga yang berusaha dengan membuka kedai kopi dan dianggap menimbulkan kesan agak negative, kami anggap keliru, yang penting Desa Cangkingan akan terus menggenjot prestasi dan melahirkan banyak produk yang bermanfat bagi masyarakat,” jelas Didi Wahyudi, dihubungi BanntenTribun Selasa (22/6/21).
Menurut Didi, pendapatan per kapita masyarakat Desa Cangkingan saat ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2019 lalu. Tingkat pengangguran di desa ini, juga mengalami penurunan drastis bila dibandingkan tahun sebelumnya.
“Keinginan masyarakatnya untuk maju dan berubah sangat luar biasa. Menjadi desa terbaik adalah impian dan harapan bersama. Bukan hanya untuk lomba desa, tapi ini merupakan ikhtiar dalam aplikasi nyata dalam kehidupan masyarakat Desa Cangkingan,” kata Didi Wahyudi.
Desa Cangkingan masuk dalam 5 besar pada lomba desa/kelurahan tingkat Provinsi Jawa Barat, dan harus bersaing dengan 4 desa lainnya. Desa Cipanas Kabupaten Cianjur, Desa Ciburial Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung, Desa Cibuluh Kecamatan Tanjungsiang Kabupaten Subang, dan Desa Kaso Kecamatan Tambaksari Kabupaten Ciamis, menjadi pesaing Cangkingan.
Cangkingan terus berbenah dan membangun untuk kepentingan warganya.
Sumber : Rohener Kamim from BantenTribun.com
Penerapan Sistem Informasi pada Pengelolaan Sampah Warga Desa Cangkingan
Peringati Hari Kartini Pemdes Cangkingan bersama Revolusi adakan Donor Darah
Hilal Tak Penuhi Kriteria , 1 Syawal 1446 H Jatuh 31 Maret
Pemutihan Pajak Kendaraan Tunggakan dan Denda dihapus
Waspada Banjir Puncak Musim Hujan diprediksi sampai Februari
Kader Posyandu Cangkingan Siap Lawan Stunting dengan Ilmu Baru
HAMA TIKUS PUNYA SIKLUS HIDUP, PETANI WAJIB TAHU
Teknik Pemupukan Tanaman Padi Yang Tidak Semua Orang Tahu
Analisis Usaha Budidaya Tanaman Porang
Cara Membuat Nata De Coco dari Air Kelapa
Cara Membuat Sari Buah Mangga Segar dan Nikmat
Pelayanan Disdukcapil Kabupaten Indramayu 25-26 Maret 2021 Melalui WA
Padi Hidroganik, Budidaya Padi Tanpa Tanah Pertama di Indonesia
Zona Kuning, Indramayu Perpanjang PSBB
Mulai Minggu Depan yang Tidak Pakai Masker Didenda Rp 100 Ribu
Operasi Katarak Masal di Rumah Sakit MM Indramayu
PPKM SKALA MIKRO DAN PEMBENTUKAN POSKO SATGAS COVID-19
Bersih Bersih Taman Makam Pahlawan Desa Cangkingan
Waspadai Bencana Geohidrometeorologi di Indonesia
Dapatkan Vitamin/Obat saat Isoman!
Bupati Nina Raih Penghargaan Top BUMD Award 2022