Artikel
Mapag Dewi Sri di Desa Cangkingan
CANGKINGAN - 17 September 2021 Pemerintah Desa Cangkingan mengadakan acara mapag sri yang berumur ratusan tahun peninggalan dari nenek moyang yang dilakukan di buyut jembangan. Mapag Sri adalah salah satu adat/budaya masyarakat Indonesia khususnya Jawa yang dilaksanakan untuk menyambut datangnya panen sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa.
Mapag Sri berasal dari bahasa Jawa halus mengandung arti menjemput padi. Dalam bahasa Jawa halus, mapag berarti menjemput, sedangkan sri dimaksudkan sebagai padi. Maksud dari menjemput padi adalah panen.
Mapag Sri yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Cangkingan maksud sebagai ungkapan rasa syukur para petani kepada Tuhan Yang Maha Esa karena panen yang diharapkan telah tiba dengan hasil yang memuaskan.
Penerapan Sistem Informasi pada Pengelolaan Sampah Warga Desa Cangkingan
Peringati Hari Kartini Pemdes Cangkingan bersama Revolusi adakan Donor Darah
Hilal Tak Penuhi Kriteria , 1 Syawal 1446 H Jatuh 31 Maret
Pemutihan Pajak Kendaraan Tunggakan dan Denda dihapus
Waspada Banjir Puncak Musim Hujan diprediksi sampai Februari
Kader Posyandu Cangkingan Siap Lawan Stunting dengan Ilmu Baru
HAMA TIKUS PUNYA SIKLUS HIDUP, PETANI WAJIB TAHU
Teknik Pemupukan Tanaman Padi Yang Tidak Semua Orang Tahu
Analisis Usaha Budidaya Tanaman Porang
Cara Membuat Nata De Coco dari Air Kelapa
Cara Membuat Sari Buah Mangga Segar dan Nikmat
Pelayanan Disdukcapil Kabupaten Indramayu 25-26 Maret 2021 Melalui WA
Padi Hidroganik, Budidaya Padi Tanpa Tanah Pertama di Indonesia
Zona Kuning, Indramayu Perpanjang PSBB
Tak Hanya Cirebon, Pesisir Indramayu Juga Dihantam Banjir Rob
Pegiat Desa Sesalkan Dana Desa 2022 Mengalami Penurunan
Fenomena Kulminasi (Hari Tanpa Bayangan) di Indramayu
Maklumat Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia
PSBB Seluruh Jawa Barat Mulai Rabu 6 Mei 2020
Desa Cangkingan Mulai Terapkan KTP Digital
Kuwu Cangkingan Siap Harumkan Indramayu di Kancah Nasional melalui Ajang Paralegal Justice Award