Artikel
Hacker Yang Meretas Pusat Data Nasional Merasa Kasihan Terhadap Citizen Indonesia
Serangan ransomware ke Pusat Data Nasional atau PDN yang dikelola Kominfo memasuki babak baru. Setelah pemerintah memastikan tak akan menuruti permintaan tebusan dari pelaku hacker, data PDN Kominfo yang ada di tangan hacker justru dikabarkan akan dikembalikan.Hacker atau kelompok peretas Brain Cipher yang menyerang Pusat Data Nasional Kominfo menyebut akan memberikan kunci deskripsi untuk membuka data PDN secara cuma-cuma alias gratis. Anda tidak salah baca, hacker akan memberikan akses ke data tersebut secara gratis.
Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan untuk meminta tanggapan mengenai rencana selanjutnya dari kelompok Brain Cipher itu. Namun hingga berita ini ditulis, dirinya belum memberikan jawaban. Selain itu, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo Usman Kansong juga sudah hubungi. Tapi, belum mendapatkan tanggapan. Sebelumnya, Usman Kansong memastikan tak akan menuruti permintaan tebusan kepada kelompok ransomware yang menyerang data PDN. "Ya pemerintah kan nggak mau menebus, sudah dinyatakan tidak akan memenuhi tuntutan Rp 131 miliar," kata Usman belum lama ini di Jakarta.
Informasi tersebut datang sepihak dari pernyataan yang dirilis oleh kelompok peretas tersebut lewat unggahan akun X milik @stealthmole_int. Diketahui bahwa akun media sosial tersebut merupakan akun perusahaan keamanan siber yang berbasis di Singapura. Akun X tersebut juga menjelaskan bahwa geng Brain Ciper mengumumkan mereka akan merilis kunci dekripsi secara gratis alias cuma-cuma. Namun, mereka menekankan perlunya pendanaan dan spesialis keamanan siber. Selain itu, kelompok Brain Cipher itu juga meminta maaf kepada Indonesia atas gangguan tersebut. Mereka meminta pengakuan publik atas keputusan mereka.Meski akan memberikan kunci akses data ransomware secara gratis, tapi pihak Brain Cipher menyatakan telah membuka akses ke ewallet untuk aset kripto berbasis Monero bagi siapapun yang ingin memberikan donasi.
https://www.gelora.co/2024/07/hacker-yang-klaim-retas-pdn-ternyata.htmlhttps://www.gelora.co/2024/07/hacker-yang-klaim-retas-pdn-ternyata.html
Penerapan Sistem Informasi pada Pengelolaan Sampah Warga Desa Cangkingan
Peringati Hari Kartini Pemdes Cangkingan bersama Revolusi adakan Donor Darah
Hilal Tak Penuhi Kriteria , 1 Syawal 1446 H Jatuh 31 Maret
Pemutihan Pajak Kendaraan Tunggakan dan Denda dihapus
Waspada Banjir Puncak Musim Hujan diprediksi sampai Februari
Kader Posyandu Cangkingan Siap Lawan Stunting dengan Ilmu Baru
HAMA TIKUS PUNYA SIKLUS HIDUP, PETANI WAJIB TAHU
Teknik Pemupukan Tanaman Padi Yang Tidak Semua Orang Tahu
Analisis Usaha Budidaya Tanaman Porang
Cara Membuat Nata De Coco dari Air Kelapa
Cara Membuat Sari Buah Mangga Segar dan Nikmat
Pelayanan Disdukcapil Kabupaten Indramayu 25-26 Maret 2021 Melalui WA
Padi Hidroganik, Budidaya Padi Tanpa Tanah Pertama di Indonesia
Zona Kuning, Indramayu Perpanjang PSBB
Sekolah Gratis di Smankedo ( SMAN 1 Kedokanbunder)
Gotong Royong Tombak Pembangunan Desa Cangkingan
Edaran Menteri Agama tentang Tempat Ibadah, Shalat Hari Raya Idul Adha, dan Pelaksanaan Qurban
Turnamen Bulutangkis Desa Cangkingan
Yuk Daftarkan Dirimu menjadi Duta Genre Kabupaten Indramayu 2022
Gaya Hidup Sehat Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB)
Gerakan Percepatan Tanam Jelang Musim Gadu