Artikel
Panduan Shalat Gerhana Bulan 8 November, Niat dan Tata Caranya
Jakarta - Panduan shalat gerhana bulan atau shalat khusuf penting diketahui bagi setiap umat muslim yang hendak melaksanakan ibadah sunnah tersebut. Sholat gerhana merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan pelaksanaannya oleh Rasulullah SAW.
Gerhana bulan adalah sebuah fenomena astronomi yang terjadi ketika matahari, bumi, dan bulan berada dalam satu garis lurus, dengan bumi berada di antara keduanya. Bagi muslim yang akan melaksanakan shalat gerhana bulan, hendaknya mengetahui niat dan tata cara pelaksanaannya.
Fenomena gerhana bulan merupakan salah satu tanda kebesaran Allah sehingga umat muslim disunnahkan untuk melaksanakan shalat saat fenomena ini terjadi. Hukum melaksanakan shalat gerhana menurut ijma atau kesepakatan para ulama adalah sunnah muakkad atau sunnah yang sangat dianjurkan.
Salah satu dalil dalam Alquran tentang anjuran melaksanakan shalat khusuf atau shalat gerhana terdapat dalam surah Fushilat ayat 37 sebagai berikut:
وَمِنْ اٰيٰتِهِ الَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُۗ لَا تَسْجُدُوْا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوْا لِلّٰهِ الَّذِيْ خَلَقَهُنَّ اِنْ كُنْتُمْ اِيَّاهُ تَعْبُدُوْنَ
Artinya:
"Sebagian dari tanda-tanda (kebesaran)-Nya adalah malam, siang, matahari, dan bulan. Janganlah bersujud pada matahari dan jangan (pula) pada bulan. Bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya jika kamu hanya menyembah kepada-Nya," (QS Fushilat: 37).
Anjuran shalat gerhana ini juga diterangkan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari berikut ini:
إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللّٰهِ لاَ يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ، فَإِذَا رَأَيْتُمُوهَا فَادْعُوا اللّٰهَ وَصَلُّوا حتَّى تَنْكَشِفَ
Artinya:
"Matahari dan bulan merupakan setengah dari beberapa tanda kekuasaan Allah, bukan karena matinya seseorang atau bukan (pula) karena hidupnya, maka ketika kalian melihat gerhana, berdoalah dan shalatlah sampai gerhana tersebut hilang (terang)" (HR al-Bukhari).
Niat Sholat Gerhana
Seorang muslim yang hendak melaksanakan shalat gerhana bulan diharuskan untuk berniat. Niat saat akan melaksanakan shalat gerhana bisa diucapkan dalam hati, ataupun dilafalkan dengan lisan.
Dikutip dari laman NU Online, berikut ini niat shalat gerhana bulan, bacaan latin, dan terjemahannya:
أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامً/مَأمُومًا لله تَعَالَى
Bacaan latin:
Ushallî sunnatal khusûf rak'ataini imâman/makmûman lillâhi ta'âlâ Artinya
Artinya:
"Saya shalat sunnah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah SWT."
Tata Cara Sholat Gerhana
Setelah mengetahui niat shalat gerhana, selanjutnya perlu diketahui pula tata cara pelaksanaan shalat gerhana.
Berikut ini tata cara pelaksanaannya yang dilansir dari laman Kementerian Agama RI:
1. Berniat di dalam hati
2. Takbiratul ihram, yaitu bertakbir sebagaimana shalat biasa
3. Membaca do'a iftitah dan berta'awudz, kemudian membaca surat Al Fatihah dilanjutkan membaca surat yang panjang (seperti surat Al Baqarah) sambil dijaharkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih) sebagaimana terdapat dalam hadits Aisyah: "Nabi Saw. menjaharkan (mengeraskan) bacaannya ketika shalat gerhana."(HR. Bukhari no. 1065 dan Muslim no. 901)
4. Kemudian rukuk sambil memanjangkan bacaannya
5. Kemudian bangkit dari rukuk (i'tidal) sambil mengucapkan 'Sami'allahu Liman Hamidah, Rabbana Wa Lakal Hamd'
6. Setelah i'tidal tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat yang panjang, berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama
7. Kemudian rukuk kembali (rukuk kedua) yang panjangnya lebih pendek dari rukuk sebelumnya
8. Selanjutnya, bangkit dari rukuk (i'tidal)
9. Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana rukuk, lalu duduk di antara dua sujud, kemudian sujud kembali
10. Selanjutnya, bangkit dari sujud lalu mengerjakan rakaat kedua. Rakaat kedua ini dilaksanakan sebagaimana rakaat pertama hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya
11. Salam
Setelah melaksanakan shalat gerhana, imam menyampaikan khutbah kepada para jamaah yang berisi anjuran untuk berdzikir, berdoa, beristighfar, dan bersedekah.
Sumber : Urwatul Wutsqaa from detikSulsel
Penerapan Sistem Informasi pada Pengelolaan Sampah Warga Desa Cangkingan
Peringati Hari Kartini Pemdes Cangkingan bersama Revolusi adakan Donor Darah
Hilal Tak Penuhi Kriteria , 1 Syawal 1446 H Jatuh 31 Maret
Pemutihan Pajak Kendaraan Tunggakan dan Denda dihapus
Waspada Banjir Puncak Musim Hujan diprediksi sampai Februari
Kader Posyandu Cangkingan Siap Lawan Stunting dengan Ilmu Baru
HAMA TIKUS PUNYA SIKLUS HIDUP, PETANI WAJIB TAHU
Teknik Pemupukan Tanaman Padi Yang Tidak Semua Orang Tahu
Analisis Usaha Budidaya Tanaman Porang
Cara Membuat Nata De Coco dari Air Kelapa
Cara Membuat Sari Buah Mangga Segar dan Nikmat
Pelayanan Disdukcapil Kabupaten Indramayu 25-26 Maret 2021 Melalui WA
Padi Hidroganik, Budidaya Padi Tanpa Tanah Pertama di Indonesia
Zona Kuning, Indramayu Perpanjang PSBB
Kegiatan PPKM Mikro Desa Cangkingan
Waspada Virus covid-19
Wujudkan Le-Dig dan La-Da, Desa Cangkingan Digitalisasi Tanah Kas Desa
Sah, Ini Nomor Urut 4 Pasangan Calon yang Bertarung di Pilkada Indramayu 2020
Dicari Penghuni Surga
Pemdes Cangkingan Semprot Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19