Artikel
Waspada Hujan Bedurasi Lama!
Bulan Februari masih dalam periode Puncak musim hujan. Hujan dengan intensitas yang tinggi durasi yang cukup lama dan frekuensi yang lebih sering, masih terjadi di sebagian wilayah Indonesia. Puncak musim hujan bisa dicirikan dengan terjadinya hujan yang tidak mengenal waktu meskipun pada dini hari. Lalu apa saja faktor penggerak cuaca di Indonesia?
Dari pantauan dinamika atmosfer terkini menunjukkan anomali iklim Global La Nina masih mempengaruhi kondisi cuaca di Indonesia, kondisi tersebut dibarengi dengan aktifnya monsun Asia Selain itu adanya Cross Equatorial flow atau arus angin lintas ekuator dari timur laut serta pusat tekanan rendah di Samudera Pasifik Timur Filipina dan di Australia bagian utara yang membentuk area pertemuan dan perlambatan Kecepatan angin di wilayah Selatan khatulistiwa. Kondisi tersebut akan meningkatkan potensi pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah Indonesia. Faktor ketidakstabilan atmosfer juga menjadi salah satu penggerak cuaca skala kecil yang mampu memicu potensi hujan yang disertai kilat atau petir dan angin kencang. Lalu Bagaimana prospek cuaca sepekan ke depan? berikut informasi selengkapnya :
Lokasi terjadinya prakiraan cuaca ekstrem 20-25 Februari 2021:
1. Tanggal 19-20 Februari 2021
Aceh, Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Maluku.
2. Tanggal 21-22 Februari 2021
Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua.
3. Tanggal 23-25 Februari 2021
Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua.
Informasi prospek cuaca tersebut dapat berubah mengikuti kondisi perkembangan dinamika atmosfer yang dominan untuk itu masyarakat agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dinamis terutama di periode musim hujan seperti sekarang.
(Sumber : BMKG)
Penerapan Sistem Informasi pada Pengelolaan Sampah Warga Desa Cangkingan
Peringati Hari Kartini Pemdes Cangkingan bersama Revolusi adakan Donor Darah
Hilal Tak Penuhi Kriteria , 1 Syawal 1446 H Jatuh 31 Maret
Pemutihan Pajak Kendaraan Tunggakan dan Denda dihapus
Waspada Banjir Puncak Musim Hujan diprediksi sampai Februari
Kader Posyandu Cangkingan Siap Lawan Stunting dengan Ilmu Baru
HAMA TIKUS PUNYA SIKLUS HIDUP, PETANI WAJIB TAHU
Teknik Pemupukan Tanaman Padi Yang Tidak Semua Orang Tahu
Analisis Usaha Budidaya Tanaman Porang
Cara Membuat Nata De Coco dari Air Kelapa
Cara Membuat Sari Buah Mangga Segar dan Nikmat
Pelayanan Disdukcapil Kabupaten Indramayu 25-26 Maret 2021 Melalui WA
Padi Hidroganik, Budidaya Padi Tanpa Tanah Pertama di Indonesia
Zona Kuning, Indramayu Perpanjang PSBB
Renovasi Lapangan Sepakbola Rema Pelangi
Atlet Cangkingan ikut kejurnas 2022
Pemdes dan BUMDes Dari Kabupaten Kutai Timur Studi Tiru ke Desa Cangkingan
Kuwu Didi Wahyudi Borong Alfamart,bawa Anak-Anak Yatim Jajan Sepuasnya
Waspadai Bencana Geohidrometeorologi di Indonesia
11 Aplikasi Telemedicine Beri Layanan Gratis bagi Pasien Isolasi Mandiri
Cara Mendapatkan Token Listrik Gratis PLN untuk Bulan Mei 2020