Artikel
Waspadai Bencana Geohidrometeorologi di Indonesia
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut, bencana geohidrometeorologi di Indonesia meningkat signifikan setiap tahunnya. Cuaca pun saat ini banyak dipengaruhi perubahan iklim dan multibencana terjadi di waktu yang bersamaan.
Hal ini disampaikan Jokowi dalam acara Rakorbangnas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kamis (29/7). Jokowi mengingatkan agar kita semua meningkatkan kewaspadaan menghadapi kondisi tersebut.
"Negara kita Indonesia ini memiliki risiko bencana geohidrometeorologi yang tinggi. Jumlah kejadian bencana geohidrometeorologi meningkat signifikan setiap tahunnya," ujarnya.
Apa itu geohidrometeorologi yang disebut oleh Presiden Jokowi? Bencana geohidrometeorologi atau hidrometeorologi menjadi istilah yang mulai sering dibahas dalam isu lingkungan beberapa tahun belakangan.
Dikutip dari National Geographic, pada dasarnya, bencana hidrometeorologi merupakan bencana yang disebabkan oleh parameter-parameter meteorologi, seperti suhu, tekanan, curah hujan, angin, kelembapan, dan yang lainnya. Contoh bencana ini meliputi banjir, kekeringan, badai, dan tanah longsor.
Meningkatnya bencana hidrometeorologi juga diperparah oleh kerusakan lingkungan akibat ulah manusia (antropogenik) dan faktor perubahan iklim. Khusus untuk banjir, longsor, dan puting beliung, penyebab dominannya lebih ke antropogenik.
Eksploitasi lingkungan dan sumber daya alam, perluasan lahan, serta perubahan fungsi hutan menjadi perkebunan atau sawah pertanian dan permukiman tanpa diikuti kaidah-kaidah konservasi tanah dan air, menyebabkan bencana jadi lebih sering terjadi.
Tak hanya banjir dan longsor, kepadatan penduduk juga menyebabkan perubahan tekanan udara sehingga berpeluang terjadi angin puting beliung karena udara bergerak dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah.
Laporan dari Global Humanitarian Forum mengatakan, bencana hidrometeorologi akan menjadi ancaman terbesar manusia pada tahun-tahun mendatang. Apalagi ditambah dengan pemanasan global yang berdampak pada menghangatnya suhu dan mencairnya es di kutub.
Perubahan iklim menjadi penyebab meningkatnya bencana hidrometeorologi karena secara nyata telah mempengaruhi terjadinya perubahan watak hujan dan cuaca. Tidak hanya polanya, tapi intensitas, durasi, dan sebaran curah hujan juga berubah.
Untuk mengatasi bencana hidrometeorologi, perlu dilakukan pengembangan teknologi, pemantauan dan prediksi kebencanaaan, penyusunan tata ruang yang sesuai tingkat kerentanan bencana, serta kampanye untuk peningkatan pemahaman dampak dan pengurangan risiko bencana.
Presiden Jokowi sendiri menyebutkan, peringatan dini dari BMKG harus menjadi rujukan dan digunakan oleh para pengambilan keputusan, baik di pemerintah pusat, daerah dan berbagai sektor. Penting bagi suatu instasi maupun pihak-pihak mana pun merancang kebijakan dan pembangunan memerhatikan antisipasi kerawanan bencana.
Sumber: Rachmatunnisa - detikInet
Apa Itu Geohidrometeorologi, Bencana yang Disebut Presiden Jokowi (detik.com)
Penerapan Sistem Informasi pada Pengelolaan Sampah Warga Desa Cangkingan
Peringati Hari Kartini Pemdes Cangkingan bersama Revolusi adakan Donor Darah
Hilal Tak Penuhi Kriteria , 1 Syawal 1446 H Jatuh 31 Maret
Pemutihan Pajak Kendaraan Tunggakan dan Denda dihapus
Waspada Banjir Puncak Musim Hujan diprediksi sampai Februari
Kader Posyandu Cangkingan Siap Lawan Stunting dengan Ilmu Baru
HAMA TIKUS PUNYA SIKLUS HIDUP, PETANI WAJIB TAHU
Teknik Pemupukan Tanaman Padi Yang Tidak Semua Orang Tahu
Analisis Usaha Budidaya Tanaman Porang
Cara Membuat Nata De Coco dari Air Kelapa
Cara Membuat Sari Buah Mangga Segar dan Nikmat
Pelayanan Disdukcapil Kabupaten Indramayu 25-26 Maret 2021 Melalui WA
Padi Hidroganik, Budidaya Padi Tanpa Tanah Pertama di Indonesia
Zona Kuning, Indramayu Perpanjang PSBB
Yuk Segera Daftar Pelatihan Kerja dan Sertifikasi BBPVP Bandung tahun 2022
LABEL HALAL INDONESIA SEBUAH FILOSOFI DAN BUDAYA KE INDONESIAN
Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) Tentang PIS-PK
Operasi Celah Bibir dan Langit-Langit Gratis dalam rangka HUT POLRI ke-76
Layanan "Live Chat" dengan Pemdes Cangkingan
Gangguan Teknologi Informasi Global Mengacaukan Ribuan Penerbangan, Penayangan Televisi, dan Layanan Perbankan