Artikel
LABEL HALAL INDONESIA SEBUAH FILOSOFI DAN BUDAYA KE INDONESIAN
Tulisan Arab Halal berbentuk Khot Kufi. Bagi yang pernah belajar Seni Kaligrafi tentunya paham. Macam-macam bentuk kaligrafi yg diakui oleh pakar kaligrafi internasional salah satunya adalah bentuk khot kufi. Bentuk yang keren menjunjung filosofi budaya di Indonesia.
https://malika.id/apa-itu-khat-kufi-yuk-cari-tahu-lebih-dalam/
Bentuk dan corak yang digunakan merupakan artefak-artefak budaya yang memiliki ciri khas yang unik berkarakter kuat dan merepresentasikan Halal Indonesia. Disain Label Halal Indonesia terdiri dua objek.
Yaitu bentuk:
(1) GUNUNGAN dengan
(2) MOTIF SURJAN LURIK
Bentuk gunungan itu tersusun sedemikian rupa berupa kaligrafi huruf arab yang terdiri atas huruf Ha, Lam Alif, dan Lam dalam satu rangkaian sehingga membentuk kata Halal.
- Gunungan pada wayang kulit yang berbentuk limas, mengerucut ke atas. Ini melambangkan kehidupan manusia. Bentuk tersebut menggambarkan bahwa makin tinggi ilmu dan makin tua usia, maka manusia harus makin mengerucut (golong gilig) manunggaling Jiwa, Rasa, Cipta, Karsa dan Karya dalam kehidupan dan semakin mendekatkan diri dengan Sang Pencipta.
- Motif Surjan Lurik yang juga disebut pakaian takwa mengandung makna-makna filosofi yang cukup dalam. Di antaranya bagian leher baju surjan memiliki kancing 3 pasang (6 biji kancing) yang kesemuanya itu menggambarkan rukun iman. Selain itu motif surjan/lurik yang sejajar satu sama lain juga mengandung makna sebagai pembeda/pemberi batas yang jelas.
Warna ungu merepresentasikan makna keimanan, kesatuan lahir batin, dan daya imajinasi.
Sedangkan warna sekundernya adalah hijau toska, yang mewakili makna kebijaksanaan, stabilitas, dan ketenangan.
Sumber : Facebook "Agus Salim"
Penerapan Sistem Informasi pada Pengelolaan Sampah Warga Desa Cangkingan
Peringati Hari Kartini Pemdes Cangkingan bersama Revolusi adakan Donor Darah
Hilal Tak Penuhi Kriteria , 1 Syawal 1446 H Jatuh 31 Maret
Pemutihan Pajak Kendaraan Tunggakan dan Denda dihapus
Waspada Banjir Puncak Musim Hujan diprediksi sampai Februari
Kader Posyandu Cangkingan Siap Lawan Stunting dengan Ilmu Baru
HAMA TIKUS PUNYA SIKLUS HIDUP, PETANI WAJIB TAHU
Teknik Pemupukan Tanaman Padi Yang Tidak Semua Orang Tahu
Analisis Usaha Budidaya Tanaman Porang
Cara Membuat Nata De Coco dari Air Kelapa
Cara Membuat Sari Buah Mangga Segar dan Nikmat
Pelayanan Disdukcapil Kabupaten Indramayu 25-26 Maret 2021 Melalui WA
Padi Hidroganik, Budidaya Padi Tanpa Tanah Pertama di Indonesia
Zona Kuning, Indramayu Perpanjang PSBB
Miliki TPST dan Perdes, Cangkingan Siap Jadi Desa Terbersih di Indramayu
Harumkan Nama Baik Indramayu, Kuwu Didi Wahyudi Raih Penghargaan PJA 2023 Se-Indonesia
Cangkingan pusat Hortikultura
Atlet Cangkingan ikut kejurnas 2022
Apakah Ibu Menyusui Boleh DiVaksin?
Musdes Verifikasi dan validasi Bansos PBI , BPNT dan PKH
Peresmian Desa Digital Pertama di Kabupaten Indramayu oleh Plt. Bupati Indramayu