Artikel
Indonesia Optimis Mampu Bebas Malaria pada 2024
Salah satu masalah kesehatan yang berhasil dieliminasi dari waktu ke waktu oleh berbagai daerah di Indonesia, Pemerintah optimis malaria akan tereliminasi secara penuh dari daerah-daerah di Indonesia tahun 2024.
Hal ini didasari oleh banyak daerah-daerah di Indonesia yang telah berhasil mengeliminasi malaria dari daerahnya, yaitu sekitar 281 dari 405 kabupaten/kota yang direncanakan dari RPJMN.
Pada prosesnya, adanya komitmen bersama dari berbagai pemangku kepentingan dan masyarakat dalam memberantas adanya penyakit malaria yang ada di wilayahnya, merupakan suatu hal yang sangat diperlukan.
Terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan dalam mengeliminasi malaria, salah satunya adalah dengan mengadopsi berbagai praktik baik yang telah dilakukan oleh 5 provinsi seperti Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Bali.
Sehingga berhasilnya tujuan eliminasi malaria di berbagai daerah di Indonesia, terciptanya Indonesia yang sehat dan bebas dari malaria dapat terwujud. Selain itu Dirjen Maxi juga menambahkan bahwa dengan bebasnya berbagai daerah di Indonesia dari malaria, akan memberikan dampak yang baik, seperti meningkatnya kepercayaan dunia luar terhadap Indonesia.
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Maxi Rondonuwu mengatakan, pengentasan malaria merupakan salah satu yang muncul di program legislasi nasional (Prolegnas) nasional. Dengan adanya dukungan penyelesaian malaria di SDGs juga, pihaknya berjanji untuk terus mengeliminasi daerah-daerah rawan malaria.
Kita mengejar terus untuk eliminasi malaria di tingkat kabupaten kota, saat ini kita eliminasi sudah di 72 persen (wilayah)” kata Maxi dalam konferensi pers daring di Jakarta, Selasa (2/5/2023).
Menyusul adanya capaian itu, pihaknya menargetkan eliminasi daerah malaria pada 2024 sekitar 90 persen. Dari 514 kota/kabupaten di Indonesia, kata dia, sudah ada sekitar 372 daerah yang aman dari malaria.
“Kontribusi besar kasus malaria di Indonesia ada di wilayah timur, Papua, Papua Barat, dan Maluku serta NTT. Hampir 89 persen kasus malaria ada di wilayah-wilayah itu,” jelas dia.
Maxi menyebut, penyelesaian malaria di daerah-daerah timur tersebut memang sulit. Meski demikian, dia memerinci, daerah Papua Barat, sudah masuk ke wilayah dengan keberhasilan mengeliminasi malaria.
“Kami harapkan ini adanya satu kabupaten, kami harap tahun ini dan tahun mendatang lebih banyak lagi kabupaten kota akan mengikuti seperti Sorong Selatan. Ternyata ini bisa dilakukan,” tutur dia.
Maxi menambahkan, eliminasi malaria di Indonesia benar-benar bisa dikendalikan. Sebab itu, dia meminta adanya kerjasama dari bupati, walikota maupun gubernur untuk mendorong percepatan eliminasi tersebut. Sudah ada lima provinsi mencapai eliminasi malaria tahun lalu.
Sumber : https://fkkmk.ugm.ac.id/pembiayaan-malaria-di-indonesia-dan-tantangannya/
https://news.republika.co.id/berita/ru0qeh349/kemenkes-targetkan-eliminasi-90-persen-malaria-di-2024
Penerapan Sistem Informasi pada Pengelolaan Sampah Warga Desa Cangkingan
Peringati Hari Kartini Pemdes Cangkingan bersama Revolusi adakan Donor Darah
Hilal Tak Penuhi Kriteria , 1 Syawal 1446 H Jatuh 31 Maret
Pemutihan Pajak Kendaraan Tunggakan dan Denda dihapus
Waspada Banjir Puncak Musim Hujan diprediksi sampai Februari
Kader Posyandu Cangkingan Siap Lawan Stunting dengan Ilmu Baru
HAMA TIKUS PUNYA SIKLUS HIDUP, PETANI WAJIB TAHU
Teknik Pemupukan Tanaman Padi Yang Tidak Semua Orang Tahu
Analisis Usaha Budidaya Tanaman Porang
Cara Membuat Nata De Coco dari Air Kelapa
Cara Membuat Sari Buah Mangga Segar dan Nikmat
Pelayanan Disdukcapil Kabupaten Indramayu 25-26 Maret 2021 Melalui WA
Padi Hidroganik, Budidaya Padi Tanpa Tanah Pertama di Indonesia
Zona Kuning, Indramayu Perpanjang PSBB
Pembuatan Surat Kependudukan dalam Rangka HUT Indramayu
Kuwu Cangkingan Gelar Rembug Tani, Ratusan Petani Antusias Sambut Musim Tanam Baru
Desa Pertama di Jawa Barat dapat Cetak KTP el Cukup di Desa
PSBB di Indramayu Resmi di Perpanjang sampai dengan 29 Mei 2020
Kecamatan Kedokanbunder Segera Menjadi Kawasan Digital
Waspada Potensi Hujan Lebat dan Ekstrim, Masyarakat Cangkingan Dihimbau Agar Tetap Waspada